|
Usai melakukan pertemuan dengan berbagai tokoh politik dan ulama Lebanon dari berbagai sekte Sunni Syiah dan Druze selama tiga hari berturut-turut serta ceramah umum di hadapan 200 ulama Lebanon, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi diterima secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Hezbollah, Sayyed Hassan Nasrallah di suatu tempat rahasia di Beirut. Sejumlah media lokal, diantaranya Al-Liwa, Al-Bayraq dan Ad-Diyar menurunkan berita tersebut.
Dalam pertemuan tertutup itu, KH. Hasyim Muzadi didampingi tiga orang ulama dari organisasi Tajamo (Liga) Ulama Muslimin Lebanon. Sumber-sumber KBRI menyatakan bahwa pertemuan berlangsung selama tiga jam dan penuh dengan keakraban serta keterbukaan. “Topik-topik yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung pada pertengahan Januari yang lalu adalah perkembangan situasi dan kondisi di Timur Tengah khususnya mengenai pergolakan konflik Lebanon-Israel, Palestina-Israel dan Jalur Gaza,” papar sumber KBRI tersebut. Dalam kesempatan itu, Hassan Nasrallah mengungkapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sikap bangsa Indonesia yang mendukung Lebanon dalam menghadapi agresi Israel pada bulan Juni 2006 yang lalu. Ia juga megaku salut dengan tindak tanduk kesopanan pasukan perdamaian asal Indonesia di Lebanon Selatan sehingga memperoleh simpati masyarakat lokal. Tidak banyak yang bisa terungkap dari pertemuan rahasia selama tiga jam tersebut, haya saja salah satu delegasi yang menyertai KH. Hasyim menyatakan bahwa Sayyed Hassan Nasrallah sangat terkesan dengan Nahdlatul Ulama, ormas Islam-Sunni terbesar di Indonesia atau bahkan mungkin di dunia. Hassan Nasrallah bahkan melanjutkan diskusinya bersama KH Hasyim Muzadi dengan makan malam, hal yang teramat jarang dilakukan dalam menjamu tamu-tamunya.
» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
|