|
Wednesday, 26 December 2007 |
|
Sejarah berdirinya KBRI di Beirut terkait erat dengan dirintisnya hubungan diplomatik Indonesia-Lebanon sejak dekade 50-an dengan mengakreditasikan Duta Besar Rl di Cairo untuk merangkap Lebanon, dan pada pertengahan dekade itu juga pemerintah Indonesia memutuskan untuk membuka Perwakilannya di Beirut meskipun masih berstatus Kuasa Usaha, sedangkan Duta Besarnya tetap dirangkap dari Cairo. Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika pecah perang saudara di Lebanon (1975-1990) Perwakilan Rl di Beirut pada tahun 1976 ditutup dengan alasan keamanan, tapi dirangkap oleh KBRI Damaskus. Lebanon membuka perwakilannya di Jakarta pada tahun 1995 dengan menempatkan seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh. Sedangkan Indonesia membuka kembali perwakilannya di Beirut pada tahun 1996 dan menempatkan seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Beirut. Untuk lebih mempererat hubungan bilateral tersebut, khususnya bidang ekonomi dan perdagangan, pada tahun 1997 Indonesia mengangkat seorang Konsul Kehormatan Rl di Tripoli, kota kedua terbesar di Lebanon utara. Hubungan antara Indonesia dengan Lebanon bermula dengan diumumkannya pernyataan pengakuan de-jure atas negara Republik Indonesia oleh Presiden Lebanon, Bechara El-Khoury pada tanggal 29 Juli 1947. Lebanon adalah negara yang ketiga mengakui Indonesia setelah Mesir dan Syria.
» No Comments
There are no comments up to now.
» Post Comment
|
|
Last Updated ( Thursday, 10 January 2008 )
|