Mleeta, nama museum alami tersebut, berdiri di atas bukit seluas 4500 m2 dengan ketinggian 1050 m, berjarak 82 km selatan ibukota, Beirut.
Museum Mleeta menceritakan secara faktual tentang perjuangan para pejuang dan gerilyawan Hezbollah dalam mengusir Israel dari Lebanon Selatan baik selama pendudukan (1978) hingga kemerdekaan tahun 2000 maupun ketika menghadapi agresi Israel tahun 2006.
“Sebagai friends of Indonesia, saya senang dapat menyampaikan sambutan pada malam ini,” ungkap Martine mengawali pidatonya. “Saya mendorong agar banyak masyarakat Lebanon bangga menjadi sahabat-sahabat Indonesia dan sebaliknya, agar banyak pula masyarakat Indonesia yang senang menjadi sahabat-sahabat Lebanon,” tambahnya.
Selain harga bersaing, kualitas yang terjamin membuat produk asal nusantara mampu membayang-bayangi para pengusaha lokal yang memproduksi barang serupa. Bahkan, furnitur Indonesia di pasar Lebanon juga mengungguli beberapa negara pesaing seperti Turki, China dan negara-negara Eropa Timur. Karenanya sempat terdengar, para pengusaha lokal terutama yang berasal dari Tripoli pernah mengajukan permintaan agar Pemerintahnya membendung arus masuk produk furnitur asal Indonesia.
Qatar Airways, salah satu maskapai penerbangan internasional melihat potensi Indonesia sebagai wilayah eksotis yang mempunyai magnet untuk dikunjungi oleh banyak turis dari Lebanon.
Hal ini disampaikan oleh General Manager Qatar Airways cabang Lebanon, Antoine Tabbal setelah pertemuan dengan KUAI KBRI Beirut di kantornya pada Selasa (23/3). “Pada pertengahan Mei tahun 2010 ini, Qatar Airways akan menggalang kerjasama dengan KBRI Beirut dalam melakukan promo tentang Indonesia di Lebanon,’ terangnya.
Musik tradisional Rampak Gendang Indonesia yang dimainkan oleh tim seni Indonesia di Lebanon dan pertunjukan ‘kata’ Karate oleh anggota Kontingen Garuda (Konga) TNI di UNIFIL telah mengundang decak kagum ratusan penonton kompetisi Karate – Kyokushin Kai internasional pada akhir pekan lalu. Kompetisi yang bertajuk “Pertemuan Para Pahlawan” (The Heroes Meeting) diselenggarakan di sasana serbaguna balai budaya dan olah raga Trípoli – Propinsi Lebanon Utara.
Indonesia hadir sebagai satu-satunya tim yang diberi kesempatan pada acara pembukaan untuk mementaskan Rampak Gendang dan unjuk kemahiran penguasaan Karate, ilmu bela-diri asal Jepang ini.
Menteri agama RI, Suryadarma Ali, menerima kunjungan wakil menteri agama Lebanon/Darul Fatwa, Seikh Dr. Amine Al-Kurdi di sela-sela muktamar Nahdlatul Ulama ke-32 di Makassar.
Dalam pertemuan yang mengambil tempat kampus UIN Makasar tersebut, Amine Al-Kurdi didampingi oleh staf ahli Darul Fatwa, Mohammad Bahij Barhoumy.
Lebanon terkenal melahirkan para pebisnis ulung. Hal ini terlihat dari 12 juta penduduk Lebanon di luar negeri (3 kali lipat dari penduduk di dalam negerinya berjumlah 4 juta orang) merupakan para pebisnis sukses. Namun, bakat bisnis tersebut tentu tidak hanya dimiliki oleh orang-orang Lebanon di rantau tapi juga tertanam pada masyarakat Lebanon di dalam negeri. Tidak heran, meski baru dilanda perang beberapa tahun lalu, ekonomi negeri ini kembali pulih dengan cepat berkat semangat dan keuletan para pebisnisnya.